Senin, 09 April 2018

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli


Pend-Karakter MS 27


Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

Pengertian Pendidikan Karakter - Pendidikan karakter (character education)  dalam konteks saat ini sangat layak untuk mengatasi permasalahan krisis moral yang sedang melanda di negeri kita, Indonesia.

Contohnya dari krisis moral yang terjadi antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, tingginya angka kekerasan yang terjadi pada usia anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman atau keluarga, kebiasaan tidak jujur dalam dunia pendidikan (menyontek), maraknya pengguna dan pengedar narkoba, semakin mudahnya akses konten pornografi, dan berbagai tindakan kriminal yang bermaksud merusak milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini seakan belum dapat diatasi secara maksimal, maka dari itulah Indonesia harus benar-benar tahu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Menurut Lickona, karakter berkaitan langsung dengan konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Dari ketiga komponen ini dapat dikatakan bahwa karakter yang baik tentu didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Beberapa Ahli.

1.  Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai semua usaha yang bisa diterapkan untuk mempengaruhi karakter siswa. Namun untuk mengetahui pengertian yang benar, dapat dijelaskan disini makna pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Seorang Lickona menyatakan bahwa maksud dari pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga dia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang terpusat.

2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Menurut Suyanto (2009), karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap seseorang yang digunakan untuk hidup dan bersosialisasi, di dalam lingkup keluarga, teman, masyarakat, maupun  bangsa.

3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya

Karakter merupakan ciri khas yang pasti dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut, asli dan telah mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin pendorong” yang akan membentuk bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi

Didalam kamus psikologi dijelaskan bahwa, karakter merupakan kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Nilai-nilai dalam pendidikan karakter

Terdapat 18 butir nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter yaitu: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabatkomunikatif, Mencintai perdamaian, Gemar membaca, Peduli terhadap lingkungan, Peduli terhadap sosial, dan Tanggung jawab.

Pendidikan karakter sudah menjadi perhatian di berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu penduduk didalam suatu negara, namun juga untuk masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter juga bisa diartikan segala usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.

Pendidikan karakter memerlukan beberapa metode khusus yang tepat agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, dan metode pujian dan hukuman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar