Pengertian
Pendidikan Karakter Menurut Ahli
Pengertian Pendidikan Karakter - Pendidikan karakter (character education) dalam konteks saat ini
sangat layak untuk mengatasi permasalahan
krisis moral yang sedang melanda di negeri kita, Indonesia.
Contohnya dari krisis
moral yang terjadi antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, tingginya
angka kekerasan yang terjadi pada usia anak-anak dan
remaja, kejahatan terhadap teman atau keluarga, kebiasaan
tidak jujur dalam dunia pendidikan (menyontek), maraknya pengguna dan pengedar narkoba, semakin mudahnya akses konten pornografi, dan berbagai tindakan kriminal yang bermaksud merusak milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini seakan
belum dapat diatasi secara maksimal, maka dari itulah Indonesia harus benar-benar tahu betapa pentingnya pendidikan karakter.
Menurut Lickona, karakter berkaitan langsung dengan konsep moral, sikap
moral, dan perilaku moral. Dari ketiga komponen ini dapat dikatakan bahwa
karakter yang baik tentu didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan
untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.
Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Beberapa Ahli.
1. Pendidikan Karakter Menurut
Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai semua usaha
yang bisa diterapkan untuk mempengaruhi karakter siswa. Namun untuk mengetahui
pengertian yang benar, dapat dijelaskan disini makna pendidikan karakter yang
disampaikan oleh Thomas Lickona. Seorang Lickona menyatakan bahwa maksud dari
pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang
sehingga dia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika
yang terpusat.
2. Pendidikan Karakter Menurut
Suyanto
Menurut Suyanto (2009), karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang
menjadi ciri khas tiap seseorang yang digunakan untuk hidup dan bersosialisasi,
di dalam lingkup keluarga, teman, masyarakat, maupun bangsa.
3. Pendidikan Karakter Menurut
Kertajaya
Karakter merupakan ciri khas yang pasti dimiliki oleh suatu benda atau
individu. Ciri khas tersebut, asli dan telah mengakar pada kepribadian benda
atau individu tersebut, serta merupakan “mesin pendorong” yang akan membentuk
bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu
(Kertajaya, 2010).
4. Pendidikan Karakter Menurut Kamus
Psikologi
Didalam kamus psikologi dijelaskan bahwa, karakter merupakan kepribadian
yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang,
dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982:
p.29).
Nilai-nilai dalam pendidikan karakter
Terdapat 18 butir nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter
yaitu: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri,
Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai
prestasi, Bersahabatkomunikatif, Mencintai perdamaian, Gemar membaca, Peduli
terhadap lingkungan, Peduli terhadap sosial, dan Tanggung jawab.
Pendidikan karakter sudah menjadi perhatian di berbagai negara dalam rangka
mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan
individu penduduk didalam suatu negara, namun juga untuk masyarakat secara
keseluruhan. Pendidikan karakter juga bisa diartikan segala usaha kita secara
sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah untuk membantu pembentukan
karakter secara optimal.
Pendidikan karakter memerlukan beberapa metode khusus yang tepat agar
tujuan dari pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang
sesuai adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, dan metode pujian dan
hukuman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar