![]() |
| infoana.com |
Di suatu hari, ada dua tetangga yang rumahnya saling berdampingan. Salah satunya merupakan seorang pensiunan guru (Pak Wahyu)
dan yang satunya lagi
merupakan agen asuransi (Pak Doni) yang mempunyai banyak minat dalam dunia teknologi. Keduanya menanam beberapa tanaman yang berbeda di kebun masing-masing. Pak Wahyu tiap harinya
selalu memberi sedikit sekali air ke tanamannya dan tidak memberikan
perhatian penuh kepadanya, namun tetangganya, yaitu Pak Doni yang tertarik pada teknologi itu, selalu memberi banyak air untuk
tanamannya dan memberikan perhatian yang lebih kepada
tanamannya.
Kebun milik pak
Wahyu sangat sederhana tapi terlihat bagus. Dan kebun milik pak Doni jauh lebih lengkap dan terlihat lebih hijau dan subur. Pada suatu waktu
di malam hari, turun hujan yang cukup lebat dan disertai angi. Di keesokan paginya, kedua tetangga keluar untuk menjenguk kebun-kebun mereka yang pada malamnya terguyur hujan badai
itu. Pak Doni yang merupakan agen asuransi
melihat bahwa tanamannya tercabut dari akarnya dan benar-benar
hancur. Namun, tanaman milik Pak Wahyu itu tidak ada yang rusak sama sekali.
Pak Doni terkejut melihatnya, dia kemudian mendatangi pensiunan guru itu
dan bertanya, “Kami berdua menanam tanaman yang sama, saya benar-benar merawat
tanaman saya lebih baik dari pada Anda, dan bahkan memberi mereka lebih banyak air. Namun, tanaman saya sekarang
tercabut dari akarnya, sementara tanaman
Anda tidak. Bagaimana
mungkin itu bisa
terjadi?"
![]() |
| petanihebat.com |
Pak Wahyu itu kemudian tersenyum dan berkata, “Anda
memberi tanaman lebih banyak perhatian dan air, tetapi karena itu mereka tidak
perlu bekerja sendiri untuk itu. Anda
membuatnya mudah bagi mereka. Sementara
saya memberi mereka jumlah air yang cukup dan membiarkan akar mereka mencari lebih
banyak. Dan,
karena itu, akar mereka semakin dalam dan itu membuat akar mereka lebih kuat. Itu sebabnya tanaman saya
selamat ”.
Dari kisah ini memberikan
kita sebuah pelajaran tentang pengasuhan di mana anak-anak itu seperti tumbuhan. Jika semuanya diberikan
kepada mereka, mereka tidak akan memahami pentingnya bekerja keras, yang diperlukan untuk mengatasi
permasalahan mereka di masa yang akan datang. Mereka tidak akan belajar
untuk bekerja sendiri dan menghormatinya. Terkadang justru lebih baik membimbing mereka
daripada memberi mereka. Ajari
mereka cara berjalan, tetapi biarkan mereka mengikuti jalan mereka sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar