Sabtu, 30 Juni 2018

Jangan Pernah Biarkan Impianmu Dicuri!


Kisah inspirasi kali ini saya ambilkan dari kisah seorang Monty Robert pemilik peternakan kuda di San Isidro. Dia menyewakan lahan peternakannya untuk temannya yang sedang melakukan penggalangan dana untuk mengumpulkan dana bagi pemuda dalam program sosial.

Dia mengatakan kepada temannya alasan dia mengizinkan peternakannya dipakai untuk acara. "Saya ingin memberi tahu Anda, kenapa saya mengizinkan anda menggunakan peternakan kuda saya. Semua itu karena ada kisah seorang anak muda putra dari seorang pelatih kuda keliling yang selalu berkeliling dari peternakan ke peternakan untuk melatih kuda.

Akibatnya karir sekolah anak itu terus terganggu karena anak itu sering mengikuti bapaknya. Ketika dia telah mencapai usia dewasa menjelang kelulusan, dia diminta oleh gurunya untuk menuliskan sebuah makalah yang berisi tentang apa yang dia impikan ketika dia sudah lulus nanti.

Malam itu, dia menulis di kertas setebal tujuh halaman. Dia menjelaskan semua impiannya yang ingin memiliki sebuah peternakan kuda. Dia menulis sangat rinci, bahkan dia juga melukis sebuah diagram peternakan yang di impikan seluas 200 hektar, menunjukkan bentuk bangunan, kandang kuda, dan beberapa lintasannya. Kemudian dia juga melukis sebuah denah kecil untuk sebuah rumah seluas 4000 kaki persegi yang akan menjadi rumahnya didalam lahan peternakan seluas 200 hektar itu.

Dia sangat berharap dalam lukisan itu dan di kemudian hari dia menyerahkan hasil karyanya itu kepada gurunya. Dua hari kemudian dia menerima kembali makalahnya itu. Di halaman paling depan terdapat huruf F besar berwarna merah dengan catatan kecil berbunyi, "Temui saya di kelas".

Pemuda itu kemudian pergi untuk menemui seseorang yang tidak lain adalah gurunya di kelas. Pemuda itu bertanya, "Mengapa saya mendapat nilai F (Failed)?"

Kemudian guru itu berkata, " Ini adalah sebuah mimpi yang tidak realistis bagimu. Kamu ini tidak punya uang. Ayahmu hanyalah seorang pelatih kuda yang tidak punya tempat tetap. Memiliki sebuah peternakan kuda membutuhkan banyak uang. Kamu juga harus beli tanah. Kamu juga harus membeli anak kuda yang berkualitas dan nantinya untuk biaya perawatannya juga besar. Kamu tidak mungkin bisa melakukannya". Kemudian guru itu menambahkan, "Jika kamu mau menulis ulang makalah ini dengan impianmu yang lebih realistis, saya akan perbaiki nilaimu".

Anak muda itu kemudian pulang sambil berpikir keras. Sampai rumah kemudian dia bertanya kepada ayahnya apa yang harus dia lakukan. Lantas Ayahnya berkata, "Lihatlah Nak, kamu sekarang harus memutuskan sendiri tentang impianmu ini. Ayah berpikir ini adalah sebuah keputusan yang sangat penting untukmu".

Akhirnya, setelah duduk berdiskusi bersama ayahnya. Selama seminggu anak muda itu tidak membuat perubahan sama sekali terhadap tulisan impian di makalahnya itu.

Dalam hatinya dia mengatakan, "Tidak apa Kamu tetap dapat nilai F, tapi Saya tetap akan mempertahankan impian saya."


Monty kemudian berjalan menuju ke kelompok yang sedang berkumpul sambil berkata, "Saya menceritakan kisah ini, karena Anda sedang duduk duduk di rumah seluas 4000 kaki persegi yang berada di tengah-tengah peternakan kuda saya yang seluas 200 hektar ini. Saya masih menyimpan kertas makalah itu yang saat ini saya simpan dalam sebuah bingkai di atas perapian.

Dia menambahkan, "Bagian terbaik dari cerita ini adalah pada dua musim panas yang lalu, guru saya itu datang membawa 30 an anak untuk berkemah di peternakan saya selama seminggu. "Ketika guru itu pergi, dia berkata, "Dengar, Monty, aku bisa memberitahumu ini sekarang. Ketika aku dulu masih menjadi gurumu di sekolah, aku adalah pencuri mimpi. Selama bertahun-tahun itu saya sudah mencurui banyak mimpi teman-temanmu. Untungnya kamu memiliki keteguhan yang tinggi sehingga impianmu itu tidak hilang."

Pesan dari kisah ini adalah "Jangan pernah biarkan siapapun untuk mencuri impianmu. Ikuti saja hatimu! Hiraukan perkataan orang-orang yang justru akan melemahkanmu. Tidak ada mimpi yang terlalu besar atau terlalu kecil, ketika kamu mau bekerja keras untuk meraihnya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar