Pakar suggestopedia sepakat bahwa apapun yang dikatakan oleh orang-orang terdekatnya akan menjadi sebuah sugesti pada kepribadian anak. Jika yang diterima anak-anak merupakan kata-kata positif, maka anak tersebut akan lebih mudah dalam menguatkan mental serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri sehingga lebih mudah mencapai kesuksesan.
Namun apabila anak-anak sering mendapat komentar negatif, maka akan membentuk penjara mental atau Mental Block.
Baca Juga : Jangan Lagi Menuduh Bodoh
Baca Juga : Jangan Lagi Menuduh Bodoh
Oke, selanjutnya saya akan berbagi kepada anda tentang 6 Faktor Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak.
Yang pertama, Menanamkan rasa dendam
Seperti yang kita lihat selama ini atau mungkin kita juga pernah melakukannya. Orang tua seringkali menanamkan rasa dendam kepada anaknya. Contohnya saja seperti ini, Ketika anak terjatuh dari sepeda dan kemudian anak itu menangis. Kebiasaan kita seringkali akan memukul sepeda itu sambil mengucapkan kata-kata seakan-akan sepeda itu nakal, sepeda itu jahat, Hingga anak kita pun berhenti menangis. Ya, meskipun kita tidak benar-benar berpikir seperti yang anak-anak anda pikirkan. Tapi kalau tindakan tersebut, di ulang-ulang terus. Maka jangan salahkan, jika suatu saat nanti ketika ada anak-anak anda yang dilukai oleh orang lain, dia akan terus berusaha membalas dendam.
Kedua, Suka Berbohong kepada Anak
Selain menanamkan rasa dendam, kita juga seringkali berbohong kepada anak. Misalnya saja ketika anda atau kita menyuapi anak-anak ketika mereka sudah mulai ogah atau menolak untuk melanjutkan makan. Kita seringkali berkata, Ayo nak, ini suapan yang terakhir nanti main lagi. Padahal, mereka selanjutnya masih kita suapi makanan itu berulang kali hingga habis. Dalam hal ini, ada satu riwayat yang dikemukakan oleh Rosulullah Muhammad SAW yang bersabda :"Jangan pernah mengajarkan anak untuk berbohong, karena hal itu akan membuat anak-anak terbiasa berbohong".
Ketiga, Selalu Menyuruh dari pada Memberikan Keteladanan
Kita seringkali lebih suka menyuruh anak-anak kita untuk berbuat sesuatu tapi kita sendiri justru belum atau bahkan tidak pernah melakukannya. Misalnya ketika lantai rumah kotor, kita akan menyuruh anak-anak kita untuk mengepelnya tapi kita sebagai orang tua malah enak-enakan nonton tv sambil nyemil. Seakan-akan anak tersebut adalah seorang pembantu kita dirumah.
Keempat, Menuntut Anak Harus Bisa Terlalu Cepat
Sebenarnya tidak ada yang salah ketika kita mengharuskan anak-anak untuk menguasai sebuah pelajaran. Tapi, permasalahan yang sering muncul di masyarakat pada umumnya adalah keinginan kita sebagai orang tua untuk memaksa anak-anak agar menguasai sebuah pekerjaan atau pelajaran lebih cepat. Misalnya ketika anak-anak kita yang masih berusia tiga sampai empat tahun. Kita mengajari mereka untuk berhitung ala anak-anak SD (Sekolah Dasar). Ketika mereka salah atau tidak bisa menjawabnya, kita tidak akan memberikan mereka permen. Maka tidak heran jika anak-anak akan lebih mudah stres, anti sosial, bahkan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kurang.
Baca Juga : Pentingnya Merawat Kecerdasan
Baca Juga : Pentingnya Merawat Kecerdasan
Kelima, Kurang Meluangkan Waktu untuk Anak
Nah, ini biasanya dialami oleh orang tua yang sibuk di dalam pekerjaannya, sehingga lupa pentingnya untuk berkumpul bersama anak-anak. Ada pernyataan sosiologi mengatakan : Jika Orang tua sibuk, Maka Anak nakal. Maka dari itu kita harus meluangkan waktu meskipun sedikit, untuk anak kita. Jika tidak, jangan pernah salahkan anak-anak ketika nanti berubah menjadi pemurung, tidak betah dirumah dan mudah marah-marah. Di zaman yang sudah modern ini, setidaknya kita meluangkan sedikit waktu untuk menelpon atau menghubungi anak-anak untuk sekedar bertanya bagaimana kabarnya, sekarang dimana, lagi ngapain. Agar hubungan relasi antar orang tua dan anak tetap terjalin dengan baik.
Keenam, Memberikan Makanan yang Tidak Halal
Nah ini yang terakhir dari 6 Faktor Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak yang saya bagikan disini. Makanan sangat besar dampaknya terhadap psikologis kita tidak terkecuali anak-anak. Ketika kita sering memberikan anak-anak kita dengan makanan yang didapat dari hasil yang tidak halal, misalnya mencuri, korupsi, menipu maka anak-anak akan sulit untuk diajarkan kepada kebaikan.
Maka dari itu mulai dari sekarang kita harus selalu berhati-hati dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT agar kita semua dijauhkan dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak halal dan juga kita berdoa agar kita diberikan anak-anak yang pandai dan Sholeh - Sholehah. Aamiin





Tidak ada komentar:
Posting Komentar